IBU HAMIL
Masa kehamilan yang sehat adalah ketika ibu dan janin tumbuh dengan baik tanpa gangguan kesehatan. Ini dicapai dengan pemeriksaan rutin, pola makan bergizi, istirahat cukup, dan menghindari stres berlebihan.
Sebaiknya sejak mengetahui tanda awal kehamilan. Idealnya, pemeriksaan dilakukan minimal 6 kali selama kehamilan — 1 kali pada trimester pertama, 2 kali pada trimester kedua, dan 3 kali pada trimester ketiga.
Segera periksa ke tenaga kesehatan jika mengalami:
- Perdarahan dari jalan lahir
- Nyeri perut hebat
- Bengkak pada wajah/tangan
- Pandangan kabur
- Gerakan janin berkurang
Konsumsi makanan bergizi seimbang: nasi atau sumber karbohidrat, lauk berprotein (ikan, telur, daging, tahu, tempe), sayur dan buah, serta susu. Hindari makanan mentah, kafein berlebihan, dan makanan tinggi lemak jenuh.
Boleh, asal dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, yoga hamil, atau senam ibu hamil. Hindari aktivitas berat atau berisiko jatuh. Konsultasikan dengan bidan/dokter terlebih dahulu.
TTD membantu mencegah anemia yang dapat membahayakan ibu dan janin. Ibu hamil disarankan minum 1 tablet setiap hari selama kehamilan.
Persiapkan rencana persalinan: tempat melahirkan, transportasi, pendamping, dan biaya. Pastikan juga ibu sudah mengikuti pemeriksaan terakhir dan mengetahui tanda-tanda persalinan.
Berbagi cerita dengan pasangan, keluarga, atau teman; berdoa; istirahat cukup; dan jangan ragu berkonsultasi jika merasa cemas atau tertekan.
Jika mengalami tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, kejang, pusing berat, demam tinggi, atau air ketuban keluar sebelum waktunya.
Ibu dapat berkonsultasi dengan bidan desa, posyandu, atau puskesmas terdekat untuk pemeriksaan rutin, konseling gizi, serta edukasi kesehatan ibu dan anak.